Deni Oktavia
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/jauj.v11i2.1262
ABSTRACT
Firms need to assess the competitive advantage by determining the strategic advantages. TDABC is an instrument to achieve operational improvements in practice, reducing non value added activities and merge similar activities into one place. The objectives of this research is to calculate using the time driven activity based costing ( TDABC ) method on Tape Handayani 82 Small and Medium Enterprises ( SMEs ) in Bondowoso Regency. This study is a qualitative research. Design of qualitative methods is general, flexible, and thrives in the process of research. Researchers involve directly in order obtaining as much information. One focus of qualitative research is a phenomenon that can only be explained and cannot be measured, and the phenomenon observed by researchers in the field. Object of study is the Tape Handayani 82 SME that engaged in tape industry. Selections of the research object because tape is typical of the Bondowoso. Tape has relatively high market share, but in efficiency of time management, activities undertaken, not in accordance with time -driven activity-based costing concepts. Data collection methods used in this qualitative approach. This step is done by directly observe and conduct interviews with employer and owner who do day-to- day business activities especially financial. Recognition of cost of tape products show too low. As for the fuel smoked tape, tape, dodol and suwar suwir show the company recognize higher. Calculations with TDABC provide more accurate information related to the consumption cost. The result can be used to revise cost product. Added analysis of the activities does by identifying, preparing and evaluating activities description. The analysis identifies what activities are done, how many people who carry out these activities, the time and resources necessary to do the activity. TDABC analysis indicates that Tape 82 Handayani is not efficient yet. 70 % is still idle capacity so it is necessary to create added value activity. Idle capacity led to increased costs or consumes resources costs that are not necessary.
Keywords: TDABC, activity, poduct cost, tape
ABSTRAK
Perusahaan perlu menilai keunggulan kompetitif dengan menentukan keunggulan strategis. TDABC merupakan instrumen untuk mencapai peningkatan operasional dalam praktik, mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah dan menggabungkan aktivitas serupa ke satu tempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung menggunakan metode Time Driven Activity Based Costing (TDABC) pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Tape Handayani 82 di Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Desain metode kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan berkembang dalam proses penelitian. Peneliti terlibat langsung untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Salah satu fokus penelitian kualitatif adalah fenomena yang hanya dapat dijelaskan dan tidak dapat diukur, dan fenomena yang diamati oleh peneliti di lapangan. Objek penelitian adalah UKM Tape Handayani 82 yang bergerak di industri pita perekat. Pemilihan objek penelitian karena pita perekat merupakan industri khas Bondowoso. Pita perekat memiliki pangsa pasar yang relatif tinggi, tetapi dalam efisiensi manajemen waktu, aktivitas yang dilakukan, tidak sesuai dengan konsep Time Driven Activity Based Costing. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Langkah ini dilakukan dengan mengamati langsung dan melakukan wawancara dengan pengusaha dan pemilik yang melakukan aktivitas bisnis sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan keuangan. Pengakuan biaya produk pita perekat menunjukkan angka yang terlalu rendah. Sedangkan untuk pita perekat asap bahan bakar, pita perekat, dodol, dan suwar suwir menunjukkan pengakuan biaya yang lebih tinggi oleh perusahaan. Perhitungan dengan TDABC memberikan informasi yang lebih akurat terkait biaya konsumsi. Hasilnya dapat digunakan untuk merevisi biaya produk. Analisis tambahan terhadap aktivitas dilakukan dengan mengidentifikasi, mempersiapkan, dan mengevaluasi deskripsi aktivitas. Analisis tersebut mengidentifikasi aktivitas apa yang dilakukan, berapa banyak orang yang melakukan aktivitas tersebut, waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas tersebut. Analisis TDABC menunjukkan bahwa Tape 82 Handayani belum efisien. 70% masih merupakan kapasitas menganggur sehingga perlu menciptakan aktivitas bernilai tambah. Kapasitas menganggur menyebabkan peningkatan biaya atau mengkonsumsi biaya sumber daya yang tidak perlu.
Keywords: TDABC, aktivitas, biaya produk, tape
REFERENCES
Adkins, T. 2008. Actvity Based Costing Under Fire Five Myths About Time Driven Actvity Based Costing. Beye Network, http:// www.b-eye network.com/view/7050.
Bastian Bustami dan Nurlela, 2006. Akuntansi Biaya Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Brugmann, W. 2005. Modeling Logitic Cost Using TD-ABC: A Case In a Distribition Company. University Ghent, Faculty of Economic and Business Administration, http: // ideas.repec.org/p/rug/rugwps/05- 332.html
Carter Wiliam K dan Usry Milton F, 2004. Akuntansi Biaya Edisi 13, Jakarta: Salemba Empat
Christoper, M.1998. Logistic and Supply Chain Management: Strategic for Reduting Cost and Improving Service Financial Time Prentice – Hall. Great Britain.
Cooper, R., and Kaplan, R.S., 1998. Cost and Effect ; Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance, Boston: Harvard Business School Press
Cotton, B. 2005. Relevance Redux – Management Accounting today. Chartered Accounting Journal
Garrison, Ray H dkk, 2006. Akuntansi Manajerial Edisi 11, Jakarta: Salemba Empat.
Halim, Abdul, 1999, Dasar-Dasar Akuntansi Biaya, Edisi Keempat, Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Hansen Don R dan Mowen Maryanne M, 2005. Akuntansi Manajemen, Jakarta: Erlangga.
Indiantoro, Nur & Bambang Supomo, 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Kaplan, A., Anderson, S. R. 2007. Time Driven Activity Based Costing. Harvard Business Review. www.hbr.org
Kaplan, R., Narayna, V.G., 2001. Costumer Profitability Measurement and Management, Boston: Harvard Business School Press
Marcurova, P. 2003. Ekonomika Logistiky. In Bazala, J. et al. Logistika v praxi. Prakticka drirucka Manazera Logistiky, Czech Republic: Verlog Dashofer.
Mulyadi, 1999, Akuntansi Manajemen Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Jakarta: Salemba Empat.
Ray H. Garrison, 1991. Cross Cultural Research in Management Control System Design: A Review of the Current State. Accounting, Organizations and Society.
Robert S. Kaplan and Steven R. Anderson, 2007. Time Driven Activity Based Costing: A Simpler and More Powerfull Path To Higher Profits, Boston, Mass: Harvard Business Publishing.
Simamora, Henry, 1995. Akuntansi Manajemen, Jakarta: Salemba Empat Sugiri, Slamet, 2002. Akuntansi Manajemen, Edisi kedua, Yogyakarta: AMP YKPN Yogyakarta.
Supriyono, R,A, 2000. Akuntansi Biaya; Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok, Edisi Kedua, Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Tunggal, Amin Widjaja, 1992. Activity Based Costing Suatu Pengantar, Jakarta: Rineka Cipta.
Published
31-12-2013
Issue
Vol. 11 No. 2 (2013): Jurnal Akuntansi Universitas Jember
Pages
1-19
License
Copyright (c) 2013 Jurnal Akuntansi Universitas Jember
How to Cite
Oktavia, D. (2015). Implementasi time driven activity based costing (tdabc) pada usaha kecil menengah (ukm) tape handayani 82 bondowoso. Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 11(2), 1-19. https://doi.org/10.19184/jauj.v11i2.1262