Aprilya Dwi Yandari
Universitas Airlangga, Indonesia
Erina Sudaryati
Universitas Airlangga, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.19184/jauj.v15i2.6873
ABSTRACT
This article writes related the purpose of writing is to measure the extent of audit fees, audit committee on audit quality in a decision making. When to pay a fee should not be done by an auditee, because avoiding the existence of a form of problem to the loss of an auditor independence. Especially for clients who have opinions other than unqualified (WTP). It may also encourage an auditee to pressure the auditor, such as the form of pressure that will replace his or her public accounting firm with another accounting firm. Fee audit and audit committee are very influential in audit quality, when the actual audit cost is higher than normal audit cost. And then, audit fee of expensive can create an incentive to the auditor to agree on client pressure in a form of report result so that it can result to quality audit. In addition, audit fees also arise over a clients business risk relationship which has important implications for the obligation of an independent auditor for an audit that has been allegedly negligent in doing so, as well as on audit fees which theoretically relate to both an audit effort and a business's risk auditors.
Keywords: Fee Audit, Audit Committee, Audit Quality, Financial Statements
ABSTRAK
Artikel ini membahas tujuan penulisan yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana biaya audit, komite audit, dan kualitas audit dalam pengambilan keputusan. Pembayaran biaya audit tidak boleh dilakukan oleh entitas yang diaudit, karena hal ini dapat menimbulkan masalah yang mengancam independensi auditor. Terutama bagi klien yang memiliki opini selain opini tanpa pengecualian (WTP). Hal ini juga dapat mendorong entitas yang diaudit untuk menekan auditor, seperti bentuk tekanan yang akan mengganti firma akuntan publiknya dengan firma akuntan lain. Biaya audit dan komite audit sangat berpengaruh terhadap kualitas audit, terutama ketika biaya audit aktual lebih tinggi dari biaya audit normal. Biaya audit yang mahal dapat menciptakan insentif bagi auditor untuk menyetujui tekanan klien dalam bentuk hasil laporan sehingga dapat menghasilkan audit berkualitas. Selain itu, biaya audit juga terkait dengan hubungan risiko bisnis klien, yang memiliki implikasi penting bagi kewajiban auditor independen dalam audit yang diduga dilakukan dengan lalai, serta pada biaya audit yang secara teoritis terkait dengan upaya audit dan ris
Keywords: Biaya Audit, Komite Audit, Kualitas Audit, Laporan Keuangan
REFERENCES
Agustin, H. (2021). Teori Bank Syariah. JPS (Jurnal Perbankan Syariah), 2(1), 67-83. https://doi.org/10.46367/jps.v2i1.279
Andriansyah. (2021). Analisis Perbandingan Non Performing Financing ( NPF) Dan Financing To Deposite Ratio ( FDR ) Antara Bank Umum Syariah Dengan Unit Usaha Syariah Pada Masa Pandemi Covid-19. Journal of Banking and Financial Innovation (JBFI), 03(19), 33–46. https://ojs.stiesa.ac.id/index.php/jbfi
Anwar, K. S. I. et al. (2020). The Impact of COVID-19 Outbreak towards Islamic Banking: The Case of Malaysia. Proceeding of the 7th International Conference on Management and Muamalah 2020 (ICoMM 2020), 2020 (March), 2756–8938.
Badan Pusat Statistik. (2020). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 7,07 persen
Baldina, Z. N., & Hendratmi, A. (2019). Analisis Perbandingan Bank Syariah Non Devisa dan Bank Syariah Devisa Ditinjau dari Kinerja Fungsi Bisnis dan Fungsi Sosial dengan Metode RGEC dan Sharia Conformity Indicator Periode 2011 – 20151). Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 5(3), 247. https://doi.org/10.20473/vol5iss20183pp247-263
Diana, S. et al. (2021). Analisis Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 1(1), 111–125. https://doi.org/10.32477/jrabi.v1i1.327
Fitriani, P. D. (2020). Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Pada Masa Pandemi Covid–19. AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi Dan Bisnis Syariah, II. https://doi.org/10.15575/aksy.v2i2.9804
Janah, N., & Siregar, P. A. (2018). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Indonesia. III. http://dx.doi.org/10.30821/ajei.v3i1.1703
knks.go.id. (2020). Kesiapan Perbankan Syariah dalam Menghadapi Resesi.
Liputan6. (2021). Gegara Pandemi Covid-19, Penerimaan Asli Daerah Turun 5,3 Persen di 2020.
Mahendra, A. P. et al. (2021). Perbandingan Profitabilitas Perbankan Syariah Indonesia dan Malaysia di Masa Pandemi Covid-19. At-Tasharruf “Jurnal Kajian Ekonomi Dan Bisnis Syariah.”, , 3(2), 48–56. https://doi.org/10.32528/at.v3i2.6777
Mansour, W. et al. (2022). Regulatory policies in the global Islamic banking sector in the outbreak of COVID-19 pandemic. Journal of Banking Regulation, (0123456789). https://doi.org/10.1057/s41261-021-00147-3
Melania, A. A. (2021). Analisis Kinerja Perbankan Syariah dan Bank Konvensional dimasa Pandemi Covid-19.
Miftha, F. et al. (2021). Analisis Kinerja Keuangan PT.BNI Syariah Tbk Sebelum dan Pada Saat Pandemi Covid-19. Assets, 11(1), 88–95. https://doi.org/10.24252/assets.v1i1.21411
Mohammad Yusuf, & Reza Nurul Ichsan. (2021). Analysis of Banking Performance in The Aftermath of The Merger of Bank Syariah Indonesia in Covid 19. International Journal of Science, Technology & Management, 2(2), 472–478. https://doi.org/10.46729/ijstm.v2i2.182
Monica Sari, P. et al. (2020). Studi Komparatif Analisis Efisiensi Kinerja Perbankan Syariah Di Indonesia Antara Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Dan Stochastic Frontier Analysis (SFA). FIDUSIA : JURNAL KEUANGAN DAN PERBANKAN, 3(1), 48–66. https://doi.org/10.24127/jf.v3i1.468
Munir, M. (2018). Analisis Pengaruh CAR, NPF, FDR dan Inflasi terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia. Ihtifaz: Journal of Islamic Economics, Finance, and Banking, 1(1), 89. https://doi.org/10.12928/ijiefb.v1i1.285
Peraturan Bank Indonesia No.13/1/PBI/2011. (n.d.).
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.8/PJOK.03/2014. (n.d.).
Nur Janah, N. J., & Siregar, P. A. (2018). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Indonesia. AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam.
Prihatin, K. S. (2019). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah dan Bank Konvensional. Progress: Jurnal Pendidikan, Akuntansi Dan Keuangan, 2(2), 136–146. https://doi.org/10.47080/progress.v2i2.615
Riftiasari, D., & Sugiarti. (2020). Analisis Kinerja Keuangan Bank BCA Konvesional dan Bank BCA Syariah Akibat Dampak Pandemi Covid-19. JurnalManajemenBisnis (JMB), 33(2), 78–86. http://ejournal.stieibbi.ac.id/index.php/jmb
Shakeel, S. et al. (2020). Health and Economic Impact of Covid-19: Mapping The Consequences of A Pandemic In Malaysia. Malaysian Journal of Medical Sciences, 27(2), 159–164. https://doi.org/10.21315/mjms2020.27.2.16
Supriatna, E. (2020). Wabah Corona Virus Disease (Covid 19) Dalam Pandangan Islam. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7(6). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i6.15247
Surya, Y. A., & Asiyah, B. N. (2020). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri Di Masa Pandemi Covid-19. Iqtishadia Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah, 7(2), 170–187. https://doi.org/10.19105/iqtishadia.v7i2.3672
Wahyudi, R. (2020). Analisis Pengaruh CAR, NPF, FDR, BOPO dan Inflasi terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia: Studi Masa Pandemi Covid-19. Journal of Walisongo. https://doi.org/10.21580/at.v12i1.6093
Yasin, A., & Fisabilillah, L. W. P. (2021). Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sebelum dan Pada Pandemi Covid-19. EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Pembelajarannya, 9(2), 142–152. http://doi.org/10.25273/equilibrium.v9i2.10011
Yusnia, N. (2020). Analisis Perbandingan Rasio Keuangan Perbankan Syariah di Indonesia dan Malaysia Periode 2016 - 2018. Universitas Bangka Belitung, 82.
Published
31-12-2017
Issue
Vol. 15 No. 2 (2017): Jurnal Akuntansi Universitas Jember
Pages
45-51
License
Copyright (c) 2017 Jurnal Akuntansi Universitas Jember
How to Cite
Yandari, A. D., & Sudaryati, E. (2017). HOW DECISION MAKING TO THE AUDIT FEE, AUDIT COMMITTEE ON A AUDIT QUALITY. JURNAL AKUNTANSI UNIVERSITAS JEMBER, 15(2), 45-51. https://doi.org/10.19184/jauj.v15i2.6873