Yustina Wahyu Dwijayanti
Magister Pasca Sarjana Universitas Airlangga
Hamidah
Magister Pasca Sarjana Universitas Airlangga
DOI: https://doi.org/10.19184/jauj.v15i1.6877
ABSTRACT
Tax amnesty is a government program that has the main objective of repatriating Indonesian owned funds stored overseas or owned by Indonesian taxpayers. Researchers use Theory of Planned Behavior as a basis to analyze the intention of the taxpayer in behaving to join the tax amnesty program. Behavioral intent is determined by three determinants of Attitude towards the behavior, subjective norms and perceived behavioral control. Researchers use the phenomenology approach because this method can reflect the direct experience of humans. Researchers will conduct semi- structured interviews to six individual taxpayers attending the tax amnesty program. Respondents in this study include two people taxpayers personally who work as an employee in the field of tax accounting, two people taxpayers personally UMKM, two person taxpayer person as an entrepreneur. Respondents follow this tax amnesty because of the influence of people around such as business partners, tax consultants and officers Tax Office. The results of this study, taxpayers did not report his property as a whole because government is not consistent with the program before the tax amnesty program. In addition, the number of individuals who use the gap and government funds for personal purposes make respondents are reluctant to pay taxes
Keywords: Tax Amnesty, Phenomenology, Theory of Planned Behavior
ABSTRAK
Amnesti pajak adalah program pemerintah yang bertujuan utama untuk memulangkan dana milik Indonesia yang disimpan di luar negeri atau dimiliki oleh wajib pajak Indonesia. Peneliti menggunakan Teori Perilaku Terencana sebagai dasar untuk menganalisis niat wajib pajak dalam berperilaku untuk mengikuti program amnesti pajak. Niat perilaku ditentukan oleh tiga determinan yaitu Sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi karena metode ini dapat mencerminkan pengalaman langsung manusia. Peneliti akan melakukan wawancara semi-terstruktur kepada enam wajib pajak individu yang mengikuti program amnesti pajak. Responden dalam penelitian ini meliputi dua orang wajib pajak pribadi yang bekerja sebagai karyawan di bidang akuntansi pajak, dua orang wajib pajak pribadi UMKM, dan dua orang wajib pajak sebagai pengusaha. Responden mengikuti amnesti pajak ini karena pengaruh orang-orang di sekitar mereka seperti mitra bisnis, konsultan pajak, dan petugas Kantor Pajak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wajib pajak tidak melaporkan hartanya secara keseluruhan karena pemerintah tidak konsisten dengan program tersebut sebelum program amnesti pajak dilaksanakan. Selain itu, banyaknya individu yang menggunakan dana kesenjangan dan dana pemerintah untuk keperluan pribadi membuat responden enggan membayar pajak.
Keywords: Amnesti Pajak, Fenomenologi, Teori Perilaku Terencana
REFERENCES
Achmat, Z. (2010). Theory of Planned Behavior, Masihkan Relevan. Avalaible: http://zakarija. staff. umm. ac. id/files/2010/12/Theory-of-Planned-Behavior Masihkah-relevan1. pdf. Diakses tanggal 08 Agustus 2017.
Ajzen, I. (2005). Attitudes, Personality and Behavior, (2nd edition), Berkshire, UK: Open University Press-McGraw Hill Education.
Ajzen, Icek. (1991). The Theory of Planned Behavior, Organizational Behavior and Human Decision Process, Vol. 50, pp. 179-211.
Cahyani, A. N. (2014). Perilaku Wajib Pajak Orang Pribadi di Bidang Perdagangan Untuk Membayar PPh Pasal 25/29 Dalam Tinjauan Planned Behavior of Theory (Studi Kasus pada KPP Pratama Ponorogo). Skripsi Jurusan Akutansi-Fakultas Ekonomi UM, 2014(2014).
Damayanti, T. W. (2012). Changes on Indonesia Tax Culture, Is there a way? Studies through theory of planned behavior. Researchers World, 3(4), 8.
Dian, Monica. (2011). Pengaruh Pemanfaatan Fasilitas Perpajakan Sunset Policy Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak. ).Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.
Ernawati, W. D., & Purnomosidhi, Bambang. (2011). Pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan dan sunset policy terhadap kepatuhan wajib pajak dengan niat sebagai variabel intervening. Peran dan Implementasi Statistika dalam Analisis Finansial dan Pengambilan Keputusan Bisnis, Semarang.
Harinurdin, E. (2011). Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak Badan. BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 16(2).
Hidayat, W., & Nugroho, A. A. (2011). Studi empiris Theory of Planned Behavior dan pengaruh kewajiban moral pada perilaku ketidakpatuhan pajak wajib pajak orang pribadi. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 12(2), pp-82.
I Nyoman Darmayasa dan Yuyung Rizka. (2015). Paradigma Interpretif Pada Penelitian Akuntansi Indonesia. Politeknik Negeri Bali dan STIE Kesuma Negara Blitar.
Kuswarno, Engkus. (2009). Metodologi Penelitian Komunikasi Fenomenologi : Konsepsi, Pedoman dan Contoh Penelitian. Bandung: Widya Padjadjaran.
Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.
Moleong. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja RusdaKary.
Mutiara Mutiah, Gita Arasy dan Fitri Ahmad. (2011). Interpretasi Pajak dan Implikasinya Menurut Perspektif Wajib Pajak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Universitas Trunojoyo Madura.
Novana, Mira. (2010). Pengaruh Kebijakan Sunset Policy Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus Di Kanwil Direktorat Jendertal Pajak Jawa Timur 1 Surabaya).Tesis. Universitas Diponegoro Semarang
Ramayah, T., Yusoff, Y. M., Jamaludin, N., & Ibrahim, A. (2009). Applying the Theory of Planned Behavior (TPB) to predict internet tax filing intentions. International Journal of Management, 26(2), 272.
Ramdhani, N. Penyusunan Alat Pengukur Berbasis Theory of Planned Behavior. Buletin Psikologi, 19(2).
Ratung Tatiana dan Hari Adi Priyo. (2009). Dampak Program Sunset Policy Terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak (Studi pada Wajib Pajak Orang Pribadi Pelaku Usaha di Wilayah KPP Pratama Salatiga).Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Tax amnesty. Republik Indonesia. PER 11/PJ/2016Pengaturan Lebih Lanjut Mengenai Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Tax amnesty.
Sari, E. R. (2015). Pemahaman Wajib Pajak Atas Pemanfaatan Teknologi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara (Tinjauan Berdasarkan Theory of Planned Behavior). Tugas Akhir Jurusan Akuntansi-Fakultas Ekonomi UM.
Sari, N. P. (2014). Pengaruh Penerapan e-SPT Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan Dalam Melaporkan SPT (Studi Kasus Pada KPP Madya Malang). Jurnal Mahasiswa Perpajakan, 2(1).
Sugiono, Ludigdo dan Baridwan. (2015). Makna Pajak dan Retribusi:Perspektif Wajib Pajak Pedagang Kaki Lima. Universitas Islam Madura dan Universitas Brawijaya.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, cetakan kesebelas (Bandung : Alfabeta)
Syakura, M. A., Khairin, F. N., Ginting, Y. L., Kusumawardani, A., & Fitria, Y. (2016, May). A Behavioral Study on Voluntary Compliance of E-Commerce Tax. In ASEAN/Asian Academic Society International Conference Proceeding Series.
Widi Dwi dan Bambang Purnomosidhi. (2011). Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, Kontrol Perilaku yang Dipersepsikan dan Sunset Policy Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Niat Sebagai Variabel Intervening.Politeknik Negeri Malang
Winarsih, E. S. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Ketidakpatuhan Dalam Membayar Pajak (Studi Empiris Terhadap Wajib Pajak PBB-P2 Kabupaten Sukoharjo). MAGISTRA, 26(91), 8.
Published
30-06-2017
Issue
Vol. 15 No. 1 (2017): Jurnal Akuntansi Universitas Jember
Pages
12-25
License
Copyright (c) 2017 Jurnal Akuntansi Universitas Jember
How to Cite
Dwijayanti, Y. W. (2018). Niat Dan Perilaku Wajib Pajak Orang Pribadi Mengikuti Program Tax Amnesty (Studi Fenomenologi). Jurnal Akuntansi Universitas Jember (Jauj), 15(1), 12-25. https://doi.org/10.19184/jauj.v15i1.6877