Ari Susanti
Universitas Airlangga, Indonesia
Mohamad Suyunus
Universitas Airlangga, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.19184/jauj.v16i1.8306
ABSTRACT
This research is motivated by the phenomenon of paradigm shift of budget system from the traditional to performance-based that started since the enactment of regional autonomy system. This phenomenon occurs along with the demands of good governance that want higher levels of transparency, accountability, effectiveness and efficiency of budget management. Institutionalization process according to Burns and Scapens (2000) institutional theory takes place through four stages: encoding, enacting, reproduction and institutionalisation. This research aimsto understand the process of institutionalization of performance-based budgeting inBadan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur. The method used in this research is qualitative method with exploratory case study approach and data collection was done through interview, observation and documentation.The results showed that the institutional position of Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur was in the reproduction stage. This is because the organization still using the old routine and habit although there have been a legal regulation in the form of guidelines issued since 2006. These conditions that causing some problems in the institutionalization of performance-based budgeting process has not run optimally.
Keywords: East Java Provincial Development Planning Agency, Institutional Theory, Performance-based Budgeting
ABSTRAK
Penelitian ini didorong oleh fenomena pergeseran paradigma sistem anggaran dari tradisional ke berbasis kinerja yang dimulai sejak diberlakukannya sistem otonomi daerah. Fenomena ini terjadi sejalan dengan tuntutan tata kelola yang baik yang menginginkan tingkat transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan anggaran. Proses institusionalisasi menurut Burns dan Scapens (2000) dalam teori institusional berlangsung melalui empat tahap: pengkodean, implementasi, reproduksi, dan institusionalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses institusionalisasi anggaran berbasis kinerja di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi institusional Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur berada pada tahap reproduksi. Hal ini karena organisasi masih menggunakan rutinitas dan kebiasaan lama meskipun telah ada peraturan hukum berupa pedoman yang diterbitkan sejak tahun 2006. Kondisi ini menyebabkan beberapa masalah dalam proses institusionalisasi anggaran berbasis kinerja yang belum berjalan secara optimal.
Keywords: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur, Institutional Theory, Performance-based Budgeting
REFERENCES
Burns, J., dan R. W. Scapens. 2000. Conceptualizing Management Accounting Change: An Institutional Framework. Management Accounting Research. 11(1): 3-25. Doyle, G. 2007. An Institutional Framework Analysis of Management Accounting Innovations: A Comparison of For Profit and Not For Profit Health. Paper presented at the 30th Annual Congress of the European Accounting Association, Lisbon.
Guerreiro, R., C. A. Pereira, dan F. Frezatti. 2006. Evaluating Management Accounting Change According to The Institutional Theory Approach. Journal of Accounting & Organizational Change. 3 (2):196-228.
Mardiasmo. (2005). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
Miles, M. B., dan A. M. Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Moleong. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Multiganda, J. C. 2013. Budgetary Governance and Accountability in Public Sector Organisations: An Institutional and Critical Realism Approach. Critical Perspectives on Accounting. 24(7-8):518-531.
Pedro, D., dan I. Sanden. 2014. Understanding The Process of Management Accounting Change. Uppsala University: Sweden.
Robalo, R. 2014. Explanations for The Gap between Management Accounting Rules and Routines: An Institutional Approach. Spanish Accounting Review.17(1): 88-97. Robinson, M., dan D. Last. 2009. A Basic Model of Performance-Based Budgeting. Technical Notes and Manuals. International Monetary Fund Working Paper. Soekartawi. 1990. Prinsip-Prinsip Perencanaan Pembangunan. Jakarta: Rajawali Press. Young, R. D. 2003. Performance-Based Budget Systems. Public Policy and Practice University of South Carolina Institute for Public Service and Policy Research, South Carolina. 2(2):11-24.
Yuwono, S., T. A. Indrajaya, dan Hariyandi. 2005. Penganggaran Sektor Publik. Malang: Bayumedia Publishing.
Republik Indonesia. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Republik Indonesia. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Published
30-06-2018
Issue
Vol. 16 No. 1 (2018): Jurnal Akuntansi Universitas Jember
Pages
1-12
License
Copyright (c) 2018 Jurnal Akuntansi Universitas Jember
How to Cite
Susanti, A., Airlangga, U., & Suyunus, S. M. (2018). INSTITUSIONALISASI PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA DI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR. Jurnal Akuntansi Universitas Jember–Vol, 16(1).
https://doi.org/10.19184/jauj.v16i1.8306